Tips Menjadi “Dewasa”

Slide1

Tua Belum Tentu Dewasa

Salah satu hal yang mayoritas digunakan untuk membedakan tua dan dewasa adalah usia. Pada dasarnya menjadi tua adalah pasti, tetapi tua itu relatif dimana setiap orang berbeda-beda dalam menentukan batasan usianya. Begitu pula dengan dewasa, pasti setiap orang punya standar tersendiri dalam menentukan kedewasaan. Tapi, apakah bertambah tua juga pasti bertambah dewasa?

Menurut Data Statistik Indonesia penduduk dikategorikan usia tua apabila berumur lebih dari 65 tahun, dan dikategorikan usia dewasa jika rentang usianya 15-65 tahun. Namun, sebagian masyarakat menilai bahwa umur 40 tahun sudah dikategorikan tua. Kenapa? Karena diumur ini mayoritas masyarakat sudah berumah tangga dan beberapa persen dari mereka memiliki anak. Yang lebih spesisifik lagi mereka mendapat gelar “Orangtua”

Dalam menentukan kedewasaan tidak hanya dapat dilihat dari segi usia, namun juga dari berbagai hal. Misalnya sikap/perilaku, pengetahuan, pengalaman, dsb. Nah, sedangkan dalam menilai seseorang sudah tua atau belum masyarakat biasanya pertama kali menilai dari penampilan fisik (kulit keriput, badan melar, rambut beruban, jalan sudah tidak tegap, dll). Kemudian dari segi umur, ini pun bagi yang mengetahuinya.

Dalam hal ini, tipe seseorang yang berhubungan antara usia tua dan dewasa dapat di klasifikasikan menjadi 3 jenis :

1. Tua tapi belum dewasa

Usia menginjak 43 tahun tapi pakaian masih rok mini, rambut di cat merah, masih sering hang out. Tidak sedikit orang Indonesia yang demikian. Memang, di dalam konstitusi Indonesia tidak ada aturan apabila memakai rok mini di usia tua terjerat pasal sekian. Namun, alangkah lebih baik apabila mereka introspeksi diri, etis atau tidak? Mungkin, sebagian dari mereka mempunyai berbagai alasan untuk itu, seperti halnya karena karir. Namun, kebanyakan dari mereka justru semakin keterusan. Dan akhirnya dijadikan kebiasaan bahkan menjadi kebudayaan.

2. Belum tua tapi dewasa

Untuk yang satu ini kebetulan saya mengambil contoh tetangga sendiri. Namanya Ambarwati, gadis cantik ini masih berumur 14 tahun. Saat kondisi ekonomi keluarganya masih jaya dia rutin sekali menabung. Ketika uang tabungannya sudah agak banyak dia belikan buku tulis lalu dia berikan pada anak tetangga yang kurang mampu. Ketika sekarang kondisi ekonomi keluarganya agak kurang baik, dia rajin sekali membantu orangtuanya berjualan keripik singkong. Sepulang sekolah, dia menjajakan keripik singkongnya ke warung, toko, maupun rumah-rumah. Dia juga tidak peduli dengan olokan teman-temannya. Di rumah, pekerjaan apapun tanpa disuruh sudah ia lakukan. Jadi, dewasa tidak harus menunggu tua. Dewasa merupakan sikap yang harus dibiasakan. Dalam hal ini entu saja dewasa pada porsinya juga, bukan berarti masih muda sudah dewasa artinya menonton film juga dewasa, pakaian juga dewasa, sama sekali bukan.

3. Tua dan sudah dewasa

Dewasa, bukan berarti kita harus sepenuhnya berpenampilan formal, selalu kalem, dll. Dewasa itu juga harus bisa menempatkan diri sesuai dengan lingkungan. Misalnya di kantor pakai kemeja. Nah, saat liburan ke pantai bersama keluarga bolehlah memakai T-Shirt. Tentu, apabila seseorang telah dewasa ia tahu mana lingkungan baik mana lingkungan buruk, dan pastinya ia tahu lingkungan mana yang harus ia pilih. Dalam hal lain, dewasa juga menyangkut kemapanan ekonomi, kemandirian, dan perilaku.

Jadi pada intinya, tua tidak menjamin kedewasaan. Ya, tua belum tentu dewasa Tua adalah tentang usia, tentang fisik dan dominan lahiriah. Sedangkan dewasa adalah tentang pemikiran, perilaku/sikap, dan hal-hal yang bersifat batiniah yang kemudian diwujudkan dalam tindakan

Nah, berikut adalah beberapa tips untuk bersikap dewasa dalam beberapa hal :

1. Dewasa dalam hubungan (keluarga, teman, saudara, suami/istri)

– Bersikap mandiri, jangan melulu menggantungkan diri terhadap oranglain

– Hindari bersikap marah seperti anak kecil (sedikit-sedikit ngambek, merengek-rengek, dsb)

– Jangan suka su’udzon kepada suami/istri (misalnya disaat suami/istri lembur kerja)

– Jaga kerapian dan kebersihan. Ini berlaku dimanapun, tak terkecuali saat di rumah.

2. Dewasa dalam keuangan

– Biasakan membedakan antara keinginan dan kebutuhan

– Buat daftar belanja sebelum pergi berbelanja

– Sisakan pendapatan untuk pencadangan kebutuhan mendadak

– Hindari gaya hidup konsumtif

– Sebisa mungkin budayakan menabung

3. Dewasa dalam karir

– Hindari bermalas-malasan di tempat kerja

– Bersikap sopan dan hormat kepada semua rekan kerja, baik atasan maupun bawahan

– Mensyukuri dan menekuni karir

– Bagilah waktu antara karir dan keluarga secara seimbang

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s